Kamis, 23 Januari 2020

BAB II : Media Penyimpanan Data Eksternal

BAB II 
Media Penyimpanan Data Eksternal


A. Magnetic Disk

Hasil gambar untuk magnetic disk
    Magnetic Disk merupakan piranti penyimpanan sekunder yang paling banyak
dijumpai pada sistem komputer modern. Disk adalah sebuah piringan bundar yang dibuat
dari logam atau plastic yang dilapisi dengan bahan yang dapat dimagnetisasi. Data yang
dikirim akan direkam di atasnya dan kemudian dapat dibaca dari disk dengan
menggunakan kumparan penginduksi (conducting coil) yang dikenal dengan sebutan head.
Selama operasi pembacaan dan penulisan, headakan bekerja dengan sifat stasioner,
sedangkan piringan berputar dibawah head tersebut.

    Pada saat disk digunakan, motor drive berputar dengan kecepatan yang sangat
tinggi (biasanya 60 - 100 putaran per detik). Mekanisme penulisan berdasarkan pada
medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik yang mengalir melalui sebuah kumparan,
tegangan dikirim ke head, dan pola magnetik direkam pada permukaan di bawahnya,
dengan pola yang berbeda di dalam kumparan yang dihasilkan oleh medan listrik yang
bergerak relatif terhadap kumparan. Pada saat disk melintasi bagian bawah head, maka
permukaan disk mengeluarkan arus yang mempunyai polaritas yang sama dengan polaritas
waktu merekam pada disk tersebut.

    Lebar piringan disk berkisar antara 1,8 sampai 14 inci. Disk yang berukuran besar
terdapat pada sistem-sistem yang besar karena daya simpannya juga sengat besar dan
proses transfer datanya yang tinggi. Disk yang kecil biasanya dipakai pada PC (personal
computer).


    Gambar di atas menjelaskan layout pada hard disk, track yang ada dipisahkan oleh gap (pada gambar yang terdapat garis putus-putus). Gap mencegah error akibat melesetnya head atau interferensi medan magnet. Track dan sector merupakan salah satu komponen dan magnetic disk.

    Sebuah disk magnetik terdiri dari satu atau lebih piringan aluminium dengan sebuah
lapisan yang dapat melekat. Awalnya piringan-piringan ini berdiameter 50 cm, namun kini
diameternya hanya 3 – 12 cm, dengan piringan untuk komputer-komputer notebook telah
berdiameter kurang dari 3 cm dan masih dapat lebih kecil lagi. Sebuah head disk yang
berisi sebuah koil induksi menggantung di atas permukaan, yang tertahan pada sebuah
buntalan udara (kecuali untuk floppy disk, dimana head disk ini menyentuh permukaan).
Ketika sebuah arus positif atau negatif melewati head tersebut, arus tersebut menarik
permukaan di bawah head itu, dengan menyatukan partikel-partikel magnetik yang
menghadap ke kiri atau menghadap ke kanan, tergantung pada polaritas arus drive
tersebut. Ketika head tersebut melewati daerah yang bermagnet, sebuah arus positif dan
negatif dimunculkan pada head tersebut, yang memungkinkannya untuk membaca kembali
bit-bit yang telah disimpan sebelumya. Jadi ketika piringan itu berputar di bawah head disk,
serangkaian bit-bit dapat ditulis dan kemudian dibaca kembali. 

    Urutan melingkar bit-bit yang ditulis ketika disk melakukan sesuatu putaran penuh
disebut track. Setiap track dibagi ke dalam sektor-sektor yang memiliki panjang tetap, yang
berisi 512 byte data, yang didahului oleh sebuah permulaan yang memungkinkan head disk
disinkronisasikan sebelum menulis atau membaca. Setelah data adalah Error-Correcting
Code (ECC), entah itu sebuah kode Hamming, atau lebih umum lagi, sebuah kode yang
dapat mengoreksi berbagai macam kesalahan yang disebut kode Reed-Solomon. Antara
sektor-sektor yang berurutan terdapat sebuah gap antarsektor kecil. Beberapa perusahaan
pembuat komputer membuat kapasitas-kapasitas disk mereka dalam keadaan tidak diformat (seolah-olah setiap track hanya berisi data), anmun suatu ukuran yang sebenarnya adalah kapasitas yang telah diformat, yang tidak memasukkan permulaan, ECC dan gapgap sebagai data. Kapasitas yang telah diformat biasanya sekitar 15 persen lebih rendah daripada kapasitas yang tidak diformat.

    Semua disk memiliki lengan-lengan yang mampu bergerak keluar-masuk pada kumparan dan piringan yang berputar sehingga terbentuk jarak-jarak radial yang berbeda. Pada setiap jarak radial, sebuah track berbeda dapat ditulis. 

    Densitas bit linier pada lingkaran track tersebut berbeda dari densitas bit radial. Densitas ini ditentukan sebagian besar oleh kebersihan permukaan dan kualitas udara yang mendukung. Sebagian besar disk terdiri dari banyak piringan yang disusun secara vertikal. Setiap permukaan memiliki lengan dan headnya sendiri. Seluruh lengan disatukan sehingga dapat bergerak ke posisi-posisi radial berbeda sekaligus. Kumpulan track-track pada suatu posisi radial tertentu disebut silinder.

    Kinerja disk tergantung pada berbagai macam faktor. Untuk membaca atau menulis sebuah sektor, pertama-tama lengan harus digerakkan ke posisi radial sebelah kanan. Gerakan ini disebut sebagai sebuah pencarian. Waktu pencarian rata-rata (antara tracktrack acak) berkisar dalam jangka 5 sampai 15 msec, meskipun pencarian antara tracktrack yang berurutan kini kurang dari 1 msec. Setelah head berada pada posisi radial, terjadi suatu penundaan, yang disebut latensi rotasi, sampai sektor yang diinginkan berotasi di bawah head itu. Sebagian besar disk berotasi pada 3600, 5400, atau 7200 RPM, sehingga penundaan rata-rata (separuh rotasi) adalah 4 sampai 8 msec.

    Penting untuk dikemukakan bahwa disebabkan karena permulaan, ECC, jarak antarsektor, waktu pencarian, dan latensi rotasi, terdapat perbedaan besar antara kecepatan picu maksimun sebuah drive dengan kecepatan tetap maksumun. Kecepatan picu maksimun adalah tingkat kecepatan data setelah head melewati bit data pertama. Komputer harus mampu menangani data yang muncul dengan kecepatan ini. Tetapi, drive hanya dapat mempertahankan kecepatan tersebut untuk satu sektor.

    Ketika disket berotasi pada kecepatan 60 hingga 120 revolusi/detik, disket tersebut menjadi panas dan memuai, sehingga mengubah geometri fisiknya. Beberapa drive perlu menyesuaikan kembali mekanisme-mekanisme posisinya secara berkala untuk mengimbangi pemuaian ini. 

B. Teknologi RAID ( Redundant Array of Independent Disks )

Hasil gambar untuk Teknologi RAID ( Redundant Array of Independent Disks )

Pengertian RAID (Redundant Array of Independent Disks) 

    RAID (Redundant Array of Independent Disks) atau dalam bahasa indonesia
penyimpan data redundan yaitu sebuah teknologi dalam penyimpanan data yang
digunakan untuk meminimalkan kesalahan pada saat penyimpanan dan pembacaan data
dengan menggunakan redundansi (penumpukan data) dengan menggunakan perangkat
lunak atau menggunakan hard disk itu sendiri. Pola RAID terdiri atas enam level dan level
nol sampailima. Level ini tidak mengartikan hubungan hierakis (urutan tingkat) namun
penandaan arsitektur rancangan yang berbeda yang mempunyai tiga karakteristik umum :
a. RAID merupakan sekumpulan disk drive yang dianggap oleh sistem operasi sebagai
sebuah drive logical tunggal.
b. Data didistribusikan (disalurkan) ke drive fisik.
c. Kapasitas redundant disk digunakan untuk menyimpan informasi paritas (penggunaan
sandi),yang menjamin pemulihan data ketika terjadi kegagalan disk.

 Level RAID

a. RAID level 0

    RAID 0 merupakan non-redundant disk array, tidak memiliki redundansi sama sekali.
skema ini memberikan peningkatan performa dan penambahan media penyimpanan
namun tanpa toleransi fault. Semakin banyak disk yang digunakan semakin besar pula
kemungkinan disk failurnya. peningkatan bandwidth namun memiliki resiko kehilangan
data yang lebih besar. Biasanya digunakan untuk komputer yang membutuhkan performa

dan kapasistas yang besar, bukan reliabilitas, seperti pada lingkungan super-computing.


    RAID 0 yang dikenal juga dengan metode striping digunakan untuk mempercepat kinerja hard disk. Kapasitas total hard disk pada metode ini adalah jumlah kapasitas hard disk pertama ditambah hard disk kedua. Metodenya dilakukan dengan cara membagi data secara terpisah ke dua hard disk.

b. RAID level 1

    Skema yang digunakan pada RAID 1 adalah mirrorring. data yang dituliskan pada
satu drive akan diduplikasi atau dituliskan juga pada drive lainnya. pada umumnya skema
ini diterapkan dengan 2 harddisk/diskdrive tapi aplikasi mengunakan 3 atau lebih disk drive
juga memungkinkan. dengan skema ini didapatkan data yang reliable, kerusakan pada
satu disk tidak akan mempengaruhi disk yang lain, sistem akan tetap bekerja selama salah
satu disk berada dalam kondisi yang baik. kekurangannya adalah penurunan performa
pada penulisan data. 

    Metodenya dilakukan RAID 1yaitu dengan cara menyalin isi hard disk pertama ke hard disk kedua. Jadi, apa yang ditulis pada hard disk pertama juga akan ditulis di hard disk kedua. Apabila salah satu hard disk rusak, maka data pada hard disk yang satunya masih ada.

c. RAID level 2

    RAID level 2 pada level ini, menggunakan teknik akses paralel, seluruh anggota disk
berpartisipasi dalam mengeksekusi setiap request I/O. Umumnya, pemutaran setiap drive
disinkronisasikan sehingga seluruh head disk selalu berada pada posisi yang sama pada
setiap disk yang terdapat pada array.


     Pada RAID 1.evel 2 digunakan striping data, dengan RAID level 2 code errorcorrecting dihitung melalui semua bit-bit yang bersangkutan pada setiap disk data. RAID Level 2 hanya akan menjadi pilihan yang tepat untuk lingkungan yang sering mengalami disk error.

    Pada RAID2 data di stripe untuk beberapa disk dengan putaran disk yang sama, masing-masing bit data dimasukkan kedalam masing-masing disk, disertai dengan parity yang digunakan untuk melakukan identifikasi disk yang error/salah dan melakukan error recovery.

d. RAID level 3

    Pada level ini pengorganisasian sama dengan pada level 2. Perbedaan yang
mendasar adalah level 3 hanya mebutuhkan disk redundant tunggal, tidak bergantung
pada besarnya array disk. 


e. RAID level 4

    RAID level 4 menggunakan konsep yang sama dengan RAID level 3 hanya saja
pada RAID 4 striping dilakukan pada blok-blok yang ukurannya didefinisikan dalam stripesize. ukuran masing-masing blok pada umumnya dalam satuan KiB. Stripe size yang ada
biasanya dalam rentang 2KiB hingga 512 Kib, dengan ukuran yang diijinkan adalah dalam
2 pangkat x, (2, 4, 8, ... ) KiB.


f. RAID level 5

    RAID 5 mirip dengan RAID 4 dalam skema blok stripingnya, namun RAID 5
menggunakan parity yang didistribusikan ke dalam tiap disk, tentu saja untuk
menghilangkan bottleneck yang mungkin timbul pada skema RAID 4. Skema ini memiliki
performa yang paling baik untuk request pembacaan file kecil dan penulisan file yang
berukuran besar. peningkatan performa pembacaan karena semua disk dapat
berkontribusi dalam pengaksesan. Kekurangan dari skema ini adalah pada penulisan file
berukuran kecil karena proses read, modify, write yang terjadi untuk penulisan file kecil.


g. RAID level 6

    RAID level 6 disebut juga redundansi P + Q. Mirip seperti RAID level 5, tetapi
menyimpan informasi redundan tambahan untuk mengantisipasi kegagalan dan beberapa
disk sekaligus.RAID level 6 melakukan dua perhitungan paritas yang herbeda, kemudian
disimpan di dalam blok-blok yang terpisah pada disk-disk yang berbeda. Jadi, jika disk
data yang digunakan sebanyak n buah disk, maka jumlah disk yang dibutuhkan untuk
RAID level 6 ini adalah n + 2 disk. Keuntungan dari RAID level 6 ini adalah kehandalan
data yang sangat tinggi, karena untuk menyebabkan data hilang, kegagalan harus terjadi
pada tiga buah disk dalam interval rata-rata untuk perbaikan data (Mean Time To Repair
atau MTTR).

h. RAiD level 0 + I dan I + 0

   RAID level 0 + 1 dan 1 + 0 ini merupakan kombinasi dan RAID level 0 dan 1.
RAID Level 0 memiliki kinerja yang baik, sedangkan RAID level 1 memiliki kehandalan.
Namun, dalam kenyataannya kedua hal ini sama pentingnya. Dalam RAID 0 + 1,
sekumpulan disk di-strip,kemudian strip tersebut di-mirror ke disk-disk yang lain,
menghasilkan strip-strip data yang sama. Kombinasi Iainnya yaitu RAID 1 + 0, di mana
disk-disk di-mirror secara berpasangan,dan kemudian hasil pasangan mirromya di-strip.
RAID 1 + 0 ini mempunyai keuntungan lebih dibandingkan dengan RAID 0 + 1. Sebagai
contoh, jika sebuah disk gagal pada RAID 0 + 1, seluruh strip-nya tidak dapat diakses,
hanya sebagian strip saja yãng dapat diakses, sedangkan pada RAID 1 + 0, disk yang
gagal tersebut tidak dapat diakses, tetapi pasangan mirror-nya masih dapat diakses, yaitu
disk-disk selain dan disk yang gagal.

C.Optical Disk

    Optical disc (piringan optik) adalah sebuah perangkat keras yang menggunakan sinar laser ataugelombang elektromagnetik bertenaga rendah untuk melakukan proses pembacaan (reading) dan optical disc dan juga pada penulisan (writing) data. Optical disc dapat menampung data hingga ratusan bahkan ribuan kali daya tampung disket. Piringan optik dapat berupa CD atau DVD. Beberapa drive hanya bisa membaca data pada disk, namun teknologi saat ini memperbolehkan sebuah drive untuk melakukan pembacaan maupun penulisan pada drive.

 Ciri-Ciri Optical Disc

a. Menggunakan laser untuk membaca data
b. Dapat digunakan untuk menyimpan data yang volumenya sangat besar
c. Dapat membaca dengan cepat

Jenis-Jenis Optical Disc

Teknologi dan jenis-jenis dari optical disc bermacam-macam tergantung dari bahan
pembuatannya maupun perkembangan teknologi terbarunya. Ada beberapa Jenis optical disc
saat ini, dimulai dari CD, DVD, Blu-ray, hingga saat ini ada yang terharu dan optical disc yaitu
FM Disc. Berikut penjelasan jenis-jenis optical disc :

a.Compact Disc (CD)

    CD (compact disc) atau laser optical disc merupakan jenis piringan optik generasi
pertama kali yang muncul sebelum adanya DVD). Pembacaan dan penulisan data pada
piringan ditangani melalui sinar laser. 

    Di pasaran terdapat sedikitnya tiga macam CD berbeda yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan, yaitu CD-ROM,CD-WORM, dan CD-Rewriteable.



b. DVD (Digital Video Disc)

DVD adalah generasi selanjutnya dan teknologi penyimpanan dengan menggunakan
media optical disc. DVD memiliki kapastias yang jauh lebih besar daripada CD-ROM
biasa. Perkembangan teknologi DVD-ROM pun lebih cepat dibandingkan CD-ROM.

1) Macam-macam DVD-ROM dilihat dan transfer data

a) DVD-R for General, hanya sekali penulisan
b) DVD-R for Authoring, hanya sekali penulisan
c) DVD-RAM, dapat ditulis berulang kali
d) DVD-RW, dapat ditulis berulang kali
e) DVD+RW, dapat ditulis berulang kali
f) DVD+R, hanya sekali penulisan

2) Kompatibilitas jenis recorder dengan jenis disc

a) DVD unit
b) DVD-R(G) unit 
c) DVD-R(A) unit
d) DVD-RW unit
e) DVD-RAM unit
f) DVD+RW unit
g) DVD-ROM

3) Kemampuan DVD dilihat dari jenisnya

a) Single-side, single layer kapasitas 4,7 GB
b) Double-side, single layer kapasitas 8,5 GB
c) Single-sided, double layer kapasitas 9,4 GB
d) Double-sided, double layer kapasitas 17 GB

c. Blu-ray Disc

    Blu-ray merupakan sebuah format optik yang berfungsi untuk menyimpan media
digital, temiasuk video berkapasitas tinggi. Teknologi Blu-ray adalah format disc optik
yang merupakan perkembangan dan CD dan DVD.

    Selain itu, spesifikasi Blu-ray dalam kecepatan membaca tiga kali lipat lebih cepat dibandingkan DVD. 

d. Fluorescent Multilayer Disc (FM Disc)

    Fluorescent Multilayer Disc (FM Disc) merupakan jenis optical disc yang dapat
menampung data berkapasitas 140 GB sekaligus, derigan kecepatan baca data sampai
1 GB per detik. FM Disc berbeda dengan optical disc lainnya yang beredar saat ini. 

 Keistimewaan Fluorescent Multilayer Disc

1.) Multilayer
Masing-masing kepingan memiliki lebih dari satu layer atau lapisan. Bahkan lebih
dari 10 lapisan sekaligus. Tepatnya adalah 12 lapisan pada FM Disc yang
dikembangkan pada tahap awal.
2.) Aplikasi
Banyak sekali aplikasi yang dapat menggunakan teknologi ini, seperti game, musik,
film, dandata pekerjaan. Satu keping FM Disc bisa menampung Iebih dan 10 film
DVD.

Jenis-Jenis FMD 

1) FM Disc ROM
FM Disc ROM banyak digunakan untuk kepentingan produksi, baik film maupun
piranti lunak. Kapasitas penyimpanan yang besar membuat kualitas film menjadi
lebih baik. Kehadirannya sangat berpengaruh khususnya untuk piranti lunak
seperti game console dan piranti lunak lainnya.
2) FM Disc WORM (Write Once Read Many)
FM Disc WORM merupakan kepingan yang dapat diisi dengan sendiri. optical
disc inilah yang nantinya dipergunakan sebagai media back-up.
3) FM Card atau Clear Card

D. Pita Magnetic

    Pita magnetik (mangnetic tape) adalah media penyimpanan yang terbuat dan campuran plastik dan ferric oxide yang berfungsi untuk merekam serta menyimpan informasi. Pita magnetik mempunyai kecepatan putar sebesar 18,75-200 inci per detik. Data yang disimpan dalam magnetic tape umumnya adalah data yang tidak memerlukan perubahan serta backup data.

Lapisan Dasar
    Media penyimpanan pita magnetik (magnetic tape) terbuat dari bahan magnetik
yang dilapiskanpada plastik tipis, seperti pita pada kaset. 

Fungsi Magnetic Tape
    Fungsi-fungsi magnetic tape adalah media penyimpanan, alat input / output, merekam
audio, video, atau sinyal

Cara Kerja Magnetic Tape

    Data digital pada pita magnetik direkam dengan media tape recorder secara
berurutan menggunakan drive khusus untuk masing-masing jenis pita magnetik sebagai
titik-titik magnetisasi pada lapisan peroksida. 

Proses Penyimpanan

    Pada proses penyimpanan dan pembacaan data, kepala pita (tape head) harus
menyentuh media, sehingga dapat mempercepat kinerja pita. Data pada pita magnetik
direkam secara berurutan dengan menggunakan drive khusus untuk masing-masing
jenis pita magnetik. Karena perekaman dilakukan secara bersamaan maka untuk
mengakses data yang kebetulan terletak di tengah, drive terpaksa harus memutar
gulungan pita, hingga head mencapai tempat data tersebut.

Sistem Block pada Magnetic Tape

a. Data yang dibaca dari atau ditulis ke tape dalam suatu grup karakter disebut block.
Suatu block adalah jumlah terkecil dari data yang dapat ditransfer antara secondary
memory dan primary memory pada saat akses. Sebuah block dapat terdiri dan satu
atau lebih record. Sebuah block dapat merupakan physical record.
b. Di antara 2 block terdapat ruang yang kita sebut sebagai gap (inter block gap)

Keuntungan Penggunaan Magnetic Tape

a. Panjang pita yang ukurannya 600, 800 m bahkan lebih, memungkinkan panjang
rekaman (durasi) tidak terbatas.
b. Kepadatan data tinggi.
c. Volume penyimpanan datanya besar dn harganya murah.
d. Kecepatan transfer data tinggi.
e. Sangat efisien bila semua atau kebanyakan record dan sebuah tape file memerlukan
pemrosesan seluruhnya.

Keterbatasan Magnetic Tape

Keterbatasan magnetic tape adalah antara lain sebagai berikut.
a. Akses langsung terhadap record data lambat.
b. Kurang ramah lingkungan.
c. Memerlukan penafsiran terhadap mesin.
d. Proses harus sequential (artinya penyimpanan maupun pembacaan dilakukan secara
berurutan).

 Jenis-Jenis Magnetic Tape

a.Reel to Reel Tape
b.Catrige Tape
c.Cassette Tape

E. Hierarki dan Karakteristik Sistem Memori


Inboard Memori

Inboard memori dibagi menjadi 3:
a. Register Memori
b. Cache Memory
c. Memori Utama

Inboard Memori


a. Register Memori


Merupakan jenis memori dengan kecepatan akses yang paling cepat, memori ini terdapat pada CPU, prosesor. Contoh: Register Data, Register Alamat, Stack Painter Register, Memori AddresRegister, dan Instruction Register.


b. Cache Memory

Merupakan memori berkapasitas kecil yang lebih mahal dan memori utama. Cache memory terletak antara memori utama dan register pemroses, berfungsi agar pemroses tidak Iangsung mengacu pada memori utama agar kinerja dapat ditinggikan.


c. Memori Utama

Memori utama adalah memori yang berfungsi untuk menyimpan data dan program. Jenis memori utama adalah sebagai berikut :

1) ROM (Read Only Memory)

yaitu memori yang hanya bisa dibaca data atau programnya. Pada PC, ROM terdapat pada BiOS (Basic input Output System) yang terletak pada motherboard yang berfungsi untuk men-setting periferal yang ada pada sistem. Contoh: AMIBIOS, AWARD BIOS, dan Phoenix Bios. ROM untuk BIOS beragam jenis di antaranya jenis Flash EEPROM BIOS yang memiliki kemampuan dapat diganti programnya dengan software yang disediakan oleh perusahaan pembuat motherboard. Pada umumnya penggantian tersebut untuk peningkatan unjuk kerja dari periperal yang ada di motherboard.

2) RAM (Random Acces Memory)

yang memiliki kemampuan untuk diubah data atau program yang tersimpan di dalamnya. Ada beberapa jenis RAM yang ada di pasaran saat ini:

a) SRAM          

b) EDORAM

c) SDRAM  

d) DDRAM

e) RDRAM

f) VGRAM           




Outboard Storage


a. Magnetic Disk

Outboard storage yang terbuat dan satu atau lebih piringan yang bentuknya seperti piringan hitam yang terbuat dan metal atau dari plastik dan permukaannya dilapisi dengan magnet iron-oxide, serta memiliki read/write protect notch (lubang proteksi baca dan tulis).


b. Hard Disk

Terbuat dari piringan keras dari bahan alumunium atau keramik yang dilapisi dengan zat magnetik. Saat ini komputer telah menggunakan kapasitas hard disk hingga 500 gigabyte lebih.




sekian dan terima kasih.



Selasa, 21 Januari 2020

Resume KJD BAB I & II Semester 2

Resume KJD 
BAB I & II

1.Kegiatan Belajar 1 : Mengenal Jaringan Komputer PAN   ( Personal Area Network )

Personal area network (PAN) adalah jaringan komunikasi satu perangkat lain dengan perangkat lainnya dalam jarak sangat dekat, hanya dalam beberapa meter saja.


PAN dapat digunakan untuk komunikasi antara perangkat pribadi sendiri (komunikasiintrapersonal).

Kegunaan Personal Area Network:
1) Menghubungkan perangkat-perangkat computer 
2) Sebagai media komunikasi antara perangkat sendiri (komunikasi personal) 

Contoh gambar jaringan Personal Area Network



Wireless PAN 




 WPAN (wireless personal area network) adalah jaringan area pribadi – untuk jaringan yang terpusat di sekitar perangkat interconnecting perorangan dari kerja – di mana sambungan nirkabel. Umumnya, personal area jaringan nirkabel menggunakan beberapa teknologi yang memungkinkan komunikasi dalam jarak sekitar 10 meter – dengan kata lain, yang sangat jarak dekat. Salah satu teknologi Bluetooth, yang digunakan sebagai dasar untuk sebuah standar baru, IEEE 802,15. 


2.Kegiatan Belajar 2 : Mengenal Jaringan Komputer LAN  ( Local Area Network)


Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil.


LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut : 


1. Mempunyai pesat data yang lebih tinggi 

2. Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit 
3. Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi



3.Kegiatan Belajar 3 : Mengenal Jaringan Komputer WAN (Wide Area Network)


WAN (Wide Area Network) merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan computer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat diidefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik. Internet merupakan contoh dari jaringan WAN ini Jika Wide Area Network sudah mencakup area intercontinental maka disebut jaringan informasi global atau internet.   




4.Kegiatan Belajar 4 : Mengenal Jaringan Komputer MAN (Metropolitan Area Network). 


MAN adalah Suatu jaringan yang mengcover sebuah kota. Pada awalnya rangkaian MAN dihubungkan dengan menggunkan Kabel LAN untuk menghubungkan kantor yang satu ke kantor cabang yang lainnya yang jaraknya beberapa KM, dengan hadirnya WIMAX maka pengguna layanan internet semakin tertarik pada Wireless yang berskala MAN. Peralatan pre-Wimax(IEEE 802.16) merupakan suatu perangkat yang didesain khusus untuk wireless bersekala MAN.




5.Kegiatan Belajar 5 :Model Referensi OSI 

1. Model Referensi OSI
Apa itu OSI?
Mengirim pesan dari satu jaringan ke jaringan yang lain merupakan proses
yang sangat kompleks. Sedikit cerita terbentuknya OSI, pada tahun 1977
suatu subcommittee dari International Organization for Standarddization
(ISO) mulai bekerja untuk membuat beberapa set standard untuk
memfasilitasi komunikasi jaringan. Seksi berikut
mencakup topic-topik:

7 Layer model OSI



Layer ke 1: Layer Physical
Layer Physical dari model OSI ini berhubungan dengan karakteristik dari
media transmisi.Contoh-2 spesifikasi dari konektor, pin, pemakaian pin,
arus listrik, encoding dan modulasi cahaya.

Layer ke 2: Data link layer

Analogi data link ini seperti surat tercatat yang dikirm pada alamat rumah
dan dijamin sampai dengan adanya resi yang ditandatangani penerima.

 Layer ke 3: Layer Network

Layer Network dari model OSI ini mendefinisikan pengiriman paket dari
ujung-ke-ujung. Untuk melengkapi pekerjaan ini, Network layer
mendefinisikan logical address sehingga setiap titik ujung perangkat yang
berkomunikasi bisa diidentifikasi.

Layer 4: layer Transport

Layer 4 (Transport layer) lebih fokus pada masalah yang berhubungan
dengan pengiriman data kepada komputer lain seperti proses memperaiki
suatu kesalahan atau error recovery, segmentasi dari blok data dari
aplikasi yang besar kedalam potongan kecil-2 untuk di kirim, dan pada sisi
komputer penerima potongan-2 tersebut disusun kembali.

Layer 5: Layer Session

Session layer ini mendefinisikan bagaimana memulai, mengontrol, dan
mengakhiri suatu percakapan (disebut session).

Layer 6: Layer Presentasi

Layer 6 adalah layer presentation dimana tujuan utamanya adalah
mendefinisikan format data seperti text ASCII, text EBCDIC, binary, BCD
dan juga jpeg.

Layer 7: Layer Application

Layer 7 adalah layer Applikasi mendifinisikan interface antara softwaresoftware atau applikasi yang berkomunikasi keluar dari komputer dimana
aplikasi tersebut berada.

Implementasi Protocol

Perlu diingat bahwa model OSI hanyalah sebuah teori tentang cara melihat

komunikasi dalam jaringan.

Keuntungan dan kerugian model OSI

Anda mesti faham betul dengan model OSI ini karena ini sangat luas

digunakan jika bicara soal komunikasi jaringan.Menggunakan model OSI dalam diskusi konsep jaringan mempunyai
beberapa keuntungan :
1. Memberikan bahasa dan referensi yang sama antar sesame
professional jaringan
2. Membagi tugas-2 jaringan ke dalam layer-2 logis demi kemudahan
dalam pemahaman
3. Memberikan keleluasaan fitur-2 khusus pada level-2 yang berbeda
4. Memudahkan dalam troubleshooting
5. Mendorong standard interoperability antar jaringan dan piranti
6. Memberikan modularity dalam fitur-2 jaringan (developer dapat
mengubah fitur-2 tanpa mengubah dengan cara pendekatan
keseluruhan), jadi bisa main comot antar modul .

Protocol Jaringan

Protocol pada level application bekerja pada layer bagian atas dari model OSI, yaitu: Application; Presentation; Session. Protocol-2 ini melakukan pertukaran data dan komunikasi applikasi-to-applikasi.

Komunikasi antar piranti jaringan
Piranti-2 jaringan bisa berkomunikasi antar sesama dikarenakan bahwa
piranti-2 tersebut menjalankan protocol stack yang sama, walaupun
mereka menggunakan system operasi yang berbeda. Data yang dikirim
dari satu piranti berjalan turun ke protocol stack dibawahnya melalui media transmisi, dan kemudian naik ke protocol stack pada sisi piranti lawan komunikasinya.

Process Encapsulation
Process Encapsulation Adalah process pemecahan suatu pesan kedalam paket-2, penambahan control dan informasi lainnya, dan kemudian mentransmisikan pesan tersebut melalui media transmisi.


6.Kegiatan Belajar 6 : PHYSICAL LAYER



1.Pengertian Phisical Layer
Physical Layer adalah layer terbawah dari layer OSI model dari jaringan komputer. Lapisan ini berhubungan dengan masalah listrik, prosedural,mengaktifkan, menjaga, dan menonaktifkan hubungan fisik. Lapisan ini juga berhubungan dengan tingkatan karakter, voltase, waktu perubahan voltase, jarak maksimal transmisi, konektor fisik, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan fisik. Perangkat yang beroperasi di layer ini adalah hub, repeater, network adapter/network interface card, dan host bus adapter (digunakan di storage area network).
2.Fungsi Physical
LayerFungsi dari Phisical Layer merupakan berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatanseperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.
3. macam-macam Phisical Layer.
Layer Data-LinkLayer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link.
  • Layer Network
Tugas utama dari layer network adalah menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. IP, Internet Protocol, umumnya digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti IPX, Internet Packet eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol menjadi beberapa, seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware Core Protocol). Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi Netware. Beberapa fungsi yang mungkin dilakukan oleh Layer Network.
  • Layer Transport
Layer transport data, menggunakan protocol seperti UDP, TCP dan/atau SPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh NetWare, tetapi khusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.
  • Layer Session
Layer Session, sesuai dengan namanya, sering disalah artikan sebagai prosedur logon pada network dan berkaitan dengan keamanan. Layer ini menyediakan layanan ke dua layer diatasnya, Melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer ini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentationdan layer application. NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangandari NETBIOS yang digunakan pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN Manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol). PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.
7.KEGIATAN BELAJAR 7 : DATA LINK LAYER

Layer pada Jaringan Komputer



Jaringan komputer merupakan salah satu hal yang paling banyak digunakan pada masa – masa ini, karena memberikan banyak sekali keunggulan dan tentu saja amat sangat membantu kinerja manusia, terutama dalam hal melakukan komunikasi. Seperti kita ketahui, meskipun terlihat sangat sederhana, akan tetapi ternyata jaringan komputer itu sendiri terdiri dari banyak sekali komponen – komponen yang perannya sangat vital dalam kelangsungan hidup dari sebuah jaringan.
Selain perangkat keras jaringan komputer yang membantu komputer dalam terhubung ke dalam jaringan, di dalam jaringan komputer tersebut juga dikenal sebuah istilah yang kita kenal dengan nama layer atau lapisan. Lapisan atau layer pada jarigan komputer ini mengacu kepada apa yang disebut dengan nama OSI Reference Model for Open Networking.
OSI sendiri merupakan kependekan dari Open System Interconnection. OSI layer, atau yang dikenal juga dengan layer saja merupakan sebuah sistem yang terdiri atas lapisan – lapisan yang harus dilalui oleh sebuah paket data agar dapat bergerak dalam proses transmisi data. Ada 7 lapisan OSI layer yang harus dilalui oleh paket data dalam satu kali proses transmisi data atau informasi, yaitu :
  1. Application Layer
  2. Presentation Layer
  3. Session Layer
  4. Transport Layer
  5. Network Layer
  6. Data Link Layer
  7. Physical Layer


Itulah ketujuh lapisan – lapisan yang harus dilewati oleh sebuah paket data dalam proses transmisi data.
Data Link Layer
Data link layer jaringan komputer merupakan salah satu dari ketujuh macam layer atau lapisan yang terdapat pada OSI Reference Model For Open Networking. Dalam proses transmisi data yang terjadi, data link layer merupakan layer ke – 6 bagi transmitter atau pengirim data, dan merupakan layer kedua bagi receiver, atau mereka yang menerima data.
Data link layer sendiri pada dasarnya merupakan sebuah lapisan atau layer pada OSI Reference Model for Open Networking yang memiliki tugas utama untuk menyediakan sebuah prosedur pengiriman data antar jaringan. Jadi, dengan adanya data link layer ini, setiap paket data yang akan ditransmisikan ataupun akan diterima oleh user, akan diproses, sehingga memungkinkan untuk dilanjutkan ke layer berikutnya, yaitu layer network layer ataupun physical layer.
Ciri Utama dari Data Link Layer
Satu ciri utama yang terpeting ada pada data link layer ini adalah bahwa data link layer merupakan salah satu lapisan yang secara fisik memiliki alamat tersendiri atau address yang sudah dikodekan secara langsung ke dalam sebuah network card atau kartu jaringan ketika kartu jaringan tersebut pertama kali dibuat.
Inilah yang kita kenal dengan istilah MAC address. Jadi, apabila kita mendengar sebuah istilah bernama MAC Address di dalam jaringan komputer, maka hal ini sudah pasti mengacu kepada lapisan atau data link layer ini.

Fungsi dari Data Link Layer

Tentu saja, data link layer pastinya memiliki fungsi tersendiri dalam keseluruhan jaringan komputer. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari lapisan atau data link layer :
  1. Melakukan proses grouping secara logic
Fungsi pertama dari data link layer adalah melakukan proses grouping secara logic, atau secara tidak terlihat. Proses grouping merupakan proses penyatuan dari beberapa paket data ke dalam satu kesatuan paket data yang utuh. Perlu diketahui, ketika paket data mulai berjalan melewati lapisan – lapisan OSI layer, maka paket data tersebut akan terpecah – pecah menjadi beberapa bagian kecil. Tugas dari data link layer inilah yang dapat melakukan proses groping atau penggabungan kembali pecahan paket – paket data tersebut menjadi utuh kembali.
  1. Menyediakan akses ke dalam media menggunakan MAC Address
Seperti sudah disinggung sebelumnya, dalam lapisan data link layer ini, terdapat sebuah alamat fisik yan gkita kenal dengan nama MAC Address. MAC Address merupakan sebuah kode alamat yang dicetak secara fisik, dana dibutuhkan untuk melakukan prose pengiriman dan juga proses penerimaan data di dalam sebuah siklus transmisi jaringan komputer. Dengan adanya data link layer, maka setiap proses transmisi yang ada bisa memiliki akses terhadap MAC Address yang sudah ada secara fisik.
  1. Mendeteksi kesalahan pengiriman dan penerimaan paket data dan melakukan proses pengkoreksian
Bukan tidak mungkin ketika proses transmisi data terjadi, terdapat beberapa kesalahan, seperti kesalahan pemecahan data menjadi paket data, ataupun kesalahan dalam pengiriman data dan proses penerimaan data. Nah, sudah merupakan fungsi dari data link layer untuk melakukan proses pendeteksian dan juga proses pengkoreksian kesalahan yang terjadi pada proses transmisi data tersebut.
Data link layer akan mendeteksi apabila terjadi kesalahan pengiriman data yang melalui lapisannya, dan kemudian melakukan koreksi secara otomatis, sehingga paket data tetap akan ditransmisikan tanpa kesalahan sedikitpun.
  1. Menggabungkan paket data ke dalam byte, dan menggabungkan byte ke dalam frame
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ini merupakan kelanjutan dari fungsi grouping yang dilakukan oleh data link layer. Fungsi berikutnya dari data link layer adalah untuk mengabungkan bentuk – bentuk paket data menjadi kesatuan yang utuh, mulai dari paket data menjadi bentuk byte, hngga menggabungkan byte – byte yang ada menjadi sebuah bentuk frame.
Perangkat apa yang bekerja pada lapisan data link layer?
Meskipun data link layer sendiri merupakan sebuah lapisan yang sifatnya logic, alias tidak dapat dilihat dan juga digunakan secara fisik, namun demikian data link layer memilikii hubungan yang erat dengan beberapa perangkat keras jaringan yang tentu saja dapat kita lihat dan kita gunakan secara fisik. Yang pertama, sudah disinggung sebelumnya, yaitu network Card, yang merupakan bagian penting dari sebuah data link layer, terutama dalam emnyediakan MAC address yang digunakan untuk proses pengalamatan secara fisik.
Selain itu, ada beberapa perangkat keras jaringan komputer lainnya yang bekerja sama dengan lapisan data link layer ini. Bridge dan juga switch merupakan perangkat keras jaringan komputer yang bekerja secara fisik dan memiliki kaitan yang erat dengan data link layer. Hal ini sesuai dengan fungsi dari bridge dan juga switch itu sendiri yang berfungsi untuk :
  • Memecah – mecah jaringan yang terdiri dari satu server ke dalam beberapa user (merupakan proses transmisi data, dimana data link layer merupakan layer atau lapisan ke – 6, kemudian
  • Menggabungkan sebuah jaringan menjadi satu kesatuan jaringan yang besar (merupakan proses penerimaan data, dimana data link layer dapatberperan menjadi layer atau lapisan kedua).
8. KEGIATAN BELAJAR 8 : NETWORK LAYER

NETWORK LAYER Lapisan jaringan (Network layer) merupakan lapisan ketiga dari standar OSI yang berfungsi untuk me- nangani masalah jaringan komunikasi secara rinci. Pada lapisan ini, data yang berupa pesan-pesan (message) akan dibagi-bagi dalam bentuk paket-paket data yang dilengkapi dengan header-header tertentu pada setiap paket data tersebut.


Network layer ini berfungsi untuk mengambil paket dari sumber dan mengirimkannya ke tujuan.Supaya sampai ditujuan perlu banyak dibuat hop pada router-router perantara di se-panjang lintasannya.Fungsi layer ini sangat kontras dengan fungsi data link layer, yang memiliki tujuan lebih sederhana cukup memindahkan frame dari ujung kabel yang satu ke ujung yang lainnya. Jadi network layer ini merupakan layer terbawah yang berkaitan dengan transmisi end to end. 

9.KEGIATAN BELAJAR 9 : TRANSPORT LAYER

Layer transport data, menggunakan protocol seperti UDP, TCP dan/atau SPX(Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh NetWare, tetapi khususuntuk koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer inimenyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error sertamemperbaikinya. Fungsi transport layer antara lain: Untuk memecah data ke dalam paketpaket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima.Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengansukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yanghilang di tengah jalan.

10.KEGIATAN BELAJAR 10 : SESION LAYER

Layer Session, sesuai dengan namanya, sering disalah artikan sebagai prosedur logon pada network dan berkaitan dengan keamanan. Layer ini menyediakan layanan ke dualayer diatasnya, Melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yangdiwakilinya. Beberapa protocol pada layer ini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentationdan layer application. NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang digunakan pada produk Microsoft networking,seperti Windows NT dan LAN Manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol).PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk. Fungsi session layer antara lain: Untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan.Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama. Dan juga mengendalikan dialogantar aplikasi. 

11.KEGIATAN BELAJAR 11 : PRASENTASION LAYER

Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)). Contoh protocol yang ada dalam Presentation Layer : 
  •  SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), protokol untuk pertukaran mail. 
  •  SNMP (Simple Network Management Protocol), protokol untuk manajemen jaringan. 
  •  Telnet, protokol untuk akses dari jarak jauh.
  •  TFTP (Trivial FTP), protokol untuk transfer file

12. KEGIATAN BELAJAR 12 : APLICATION LAYER


Layer ini adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka. Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP,telnet, SMTP, HTTP, POP3 berada pada layer Application. Fungsi application layer antara lain: Sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesankesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.

13. KEGIATAN BELAJAR 13 : TOPOLOGI JARINGAN BUS

Topologi bus ini sering juga disebut sebagai topologi backbone, dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentang kemudian beberapa komputer dihubungkan pada kabel tersebut. Secara sederhana pada topologi bus, satu kabel media transmisi dibentang dari ujung ke ujung, kemudian kedua ujung ditutup dengan “terminator” atau terminatingresistance (biasanya berupa tahanan listrik sekitar 60 ohm).

14. Kegiatan kegiatan 14 : Topologi Jaringan STAR 

Topologi star digunakan dalam jaringan yang padat, ketika endpoint dapat dicapai langsung dari lokasi pusat, kebutuhan untuk perluasan jaringan, dan membutuhkan kehandalan yang tinggi. Topologi ini merupakan susunan yang menggunakan lebih banyak kabel daripada bus dan karena semua komputer dan perangkat terhubung ke central point. Jadi bila ada salah satu komputer atau perangkat yang mengalami kerusakan maka tidak akan mempengaruhi yang lainnya (jaringan).
15.KEGIATAN BELAJAR 15 : TOPOLOGI JARINGAN (TOPOLOGI EXTENDED STAR )

Merupakan topologi yang sama dengan topologi star. Tetapi dalam extended star, memiliki satu atau lebih repeater dalam satu node pusat dan jangkauannya lebih panjang dibandingkan topologi star.

16.KEGIATAN BELAJAR 16 : TOPOLOGI JARINGAN (TOPOLOGI MESH )

Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya. Topologi MESH dibangun dengan memasang banyak link pada setiap komputer. Hal ini dimungkinkan karena pada setiap komputer terdapat lebih dari satu NIC.Topologi ini secara teori memungkinkan akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi. Topologi Mesh memiliki tingkat redundancy yang tinggi.

17. KEGIATAN BELAJAR 17 : TOPOLOGI JARINGAN (TOPOLOGI HIERARCHICAL)

Berbentuk seperti pohon bercabang yang terditi dari komputer induk (host) yang diswitchungkan dengan simpul atau node lain secara berjenjang, jenjang yang lebih tinggi berfungsi sebagai pengetur kerja jenjang dibawahnya, biasanya topologi ini digunakan oleh perusahaan besar atau lembaga besar yang mempunyai beberapa cabang daerah, sehingga data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang atau sebaliknya. 

18. Kegiatan Belajar 18 : Media Jaringan Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) Dan Kabel Shielded Twisted Pair (STP)

Perangkat keras yang dibutuhkan untuk membangun sebuah komputer baik hardware maupun software, yaitu minimal dua buah komputer, Network inteface card, serta perangkat lain seperti hub, repeater, router, bridge, file server, dan media tranmisi.Media transmisi yang digunakan jaringan komputer sebagai sarana penghubung Jaringan tanpa kabel ini memberikan keunggulan kepada pemakai untuk dapat mengakses setiap saat di manapun berada. Sedangkan kekurangan media transmisi ini adalah kemampuan transfer data lebih kecil dibandingkan dengan jaringan kabel. Pada media transmisi ini, masih sering terjadi gangguan sehingga memungkinkan terjadinya kehilangan data. Jika sumber data dan penerima data jaraknya cukup jauh atau medannya sulit, maka dapat digunakan media transmisi radiasi elektromagnetik yang dipancarkan melalui udara terbuka

19. Kegiatan Belajar 19 : Media Jaringan Kabel Coaxial

    Kabel coaxial merupakan media transmisi yang paling banyak digunakan pada local area network dan menjadi pilihan banyak orang karena selaen harganya murah, kabel jenis ini mudah digunakan. Coaxial terdiri dari 2 konduktor, dibentuk untuk beroperasi pada pita frekuensi besar. Terdiri dari konduktor inti dan di kelilingi oleh kawatkawat kecil. Di antara konduktor inti dengan konduktor sekelilingnya di pisahkan dengan sebuah isolator (jacket/shield). kabel coaxial lebih kecil kemungkinan untuk berinterferensi dikarenakan adanya shield. Coaxial digunajakan untuk jarak jauh dan mendukung lebih banyak terminal dalam 1 jalur bersama. Penggunaan kabel coaxial secara umum adalah sebagai antena televisi, transmisi telepon jarak jauh, link komputer dan LAN. Coaxial dapat digunakan unutk sinyal analog maupun digital. Karena dibentuk dengan menggunakan shield maka lebih kecil kemungkinan beriterferensi dan terjadinya cross talk. Untuk transmisi dari sinyal analog, setiap beberapa kilometer perlu diberikan amplifier. Spektrum yang digunakan untuk signaling adalah sekitar 400 Mhz. Demikian juga untuk sinyal digital, repeater dibutuhkan dalam setiap kilometer. Kabel coaxial ini terbagi lagi menjadi 2 bagian yaitu kabel coaxialbaseband (kabel 50 ohm) yang digunakan untuk transmisi digital dan kabel coaxialbroadband (kabel 75 ohm) yang digunakan untuk transmisi analog.

20. Kegiatan Belajar 20 : FIBER OPTIK DAN JENIS JENIS KONEKSI

Jenis kabel fiber optic merupakan kabel jaringan yang jarang digunakan pada instalasi jaringan tingkat menengah ke atas. Pada umumnya, kabel jenis ini digunakan pada instalasi jaringan yang besar dan pada perusahaan multinasional serta digunakan untuk antar lantai atau antar gedung.Kabel fiber optic merupakan media networking medium yang digunakan untuk transmisi-transmisi modulasi. Fiber Optic harganya lebih mahal di bandingkan media lain.Fiber Optic mempunyai dua mode transmisi, yaitu single mode dan multi mode.Single mode menggunakan sinar laser sebagai media transmisi data sehingga mempunyai jangkauan yang lebih jauh. Untuk mentransmisikan data lewat kabel lan optic ini anda memerlukan sebuah strand optic tunggal untuk satu arah. Anda memerlukan dua strand optic untuk kedua arah masing-2 untuk kirim dan terima


Sekian dan terima kasih